AsliCirebon.com - Saat ini musim
tidak bisa diprediksi seperti dahulu lagi, karena memang pengaruh dari
pemanasan global dan banyaknya efek rumah kaca yang menimbulkan cuaca ekstrim.
Tentu saja hal tersebut merugikan
kehidupan manusia, salah satunya yang dirugikan adalah petani, petani merupakan
orang yang sangat bergantung kepada alam. Hal ini yang menjadikan beberapa
kejadian petani menjadi merugi karena alam yang tidak menentu.
Sama halnya di Cirebon, Menurut
Kepala Dinas Pertanian Perkebunan Peternakan dan Kehutanan Kabupaten Cirebon
Ali Effendi beberapa kali di Kota Cirebon mengalami gagal panen, maka dari itu
diberikan solusi untuk mengurangi kerugian akibat gagal panen dengan cara
asuransi terhadap persawahan.
"Dari Kementerian Pertanian
kami mendapatkan asuransi untuk persawahan dan ini merupakan langkah yang
baik," Ucap Kepala Dinas Pertanian Perkebunan Peternakan dan
Kehutanan Kabupaten Cirebon Ali Effendi.
Menurutnya hal tersebut adalah
salah satu solusi yang tepat untuk mengurangi resiko yang dialami petani jika
gagal panen, dan cara itu bisa mengurangi kemungkinan petani untuk berhutang
agar bisa bercocok tanam lagi.
"Itu jelas sangat membantu
para petani dan yang penting mereka bisa bercocok tanam lagi tanpa
berhutang," Lanjutnya.
Besaran ganti rugi yang diberikan
dari pemerintah adalah Rp 6 Juta untuk per hectare jika memang sawah para
petani gagal panen.
"Per hektare petani akan
mendapatkan klaim sebesar Rp6 juta," Tambahnya.

0 comments:
Post a Comment