AsliCirebon.com - Selesai mengerjakan
Ujian Nasional kebanyakan dari siswa yang melaksanakannya biasanya merayakan
Ujian terakhir dengan melakukan konvoi ataupun bersenang – senang dengan teman
sebelum mereka dipisahkan oleh berbagai kegiatan yang akan menyibukkan mereka
masing – masing.
Salah satunya yang dilakukan oleh
para siswa dan siswi yang ada di Medan, dengan suasana yang campur aduk mereka
melakukan konvoi dijalanan menggunakan mobil dan motor. Namun naas seorang
siswi yang mngendari sebuah mobil harus dihentikan karena telah menyalahi
aturan lalu lintas. Dan setelah itu polisi menghetikan mobil tersebut dan
memberikan terhadap siswi tersebut, namun alih – alih meminta maaf atas
kesalahannyam dia yang mengaku anak dari Arman Depari, Deputi penindakan BNN
memaki seorang polwan yang menegurnya tersebu dengan kata – kata sebagai
berikut
"Saya anak Arman Depari. Saya
tidak main - main. Saya tandai Ibu yaa. Awas yaa.. Saya tandai Ibu yaa,".
Namun kejadian tersebut tidak
berlangsung lama, setelah Arman Depari langsung mengkonfirmasi bahwa siswi
tersebut bukan anak kandungnya. Praktisi hukum asal Medan, Horas Siagian
mengatakan harusnya ada tindakan terhadap siswi tesebut Karena tidak menghargai
polisi.'
"Arman Depari sudah memberikan
klarifikasi bahwa dirinya tidak memiliki anak perempuan. Dia hanya memiliki
tiga orang anak laki - laki. Oleh karena itu, siswi yang mengancam dan tidak
menghargai polisi itu sebaiknya diproses," ujar. Horas Siagian.
Saat dikonfirmasis secara langsung
kepada Arman Depari melalui sambungan telepon, dirinya menyangkal bahwa siswi
yang dimaksud adalah putrinya. Dirinya mengaku bahwa anaknya semuanya laki –
laki tidak ada yang perempuan.
"Tiga orang anak saya laki -
laki dan tinggal di Jakarta. Tidak ada yang tinggal di Medan. Anak saya tidak
ada perempuan,” Ujar Arman Depari.

0 comments:
Post a Comment