AsliCirebon.com - Beberapa hari uji
coba penghapusan program jalur “3 in 1” yang dilakukan oleh Pmerintah Provinsi
Jawa Timur karena dugaan adanya eksplorasi terhadap anak. Namun terkait dengan
penghapusan tersebut memang terjadi pro dan kontra di kalangan masyarakat.
Salah satu dampak yang akibatkan
oleh penghapusan jalur “3 in 1” ini adalah jalanan di beberapa ruas menjadi
semakin macet dan akhirnya menambah volume kendaraan yang masuk pada jalur yang
seharusnya digunakan “3 in 1” tersebut,.
Menurut pengamatan Kepala
Subdirektorat Pembinaan dan Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro
Jaya AKBP Budiyanto. Beberapa ruas yang ada menjadi macet di daerah traffic
light arah ke Slipi.Dan akhirnya membuat waktu tempuh semakin lama.
"Di beberapa ruas jalan
terjadi kepadatan antara lain di traffic light (lampu lalu lintas)
Slipi arah Semanggi. Waktu tempuh 40 menit. Biasanya dalam situasi normal hanya
lima sampai dengan 10 menit," Ujar Kepala Subdirektorat Pembinaan dan
Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya.
Budiyanto menambahkan sebelum
adanya kebijakan penghapusan jalur tersebut, situasi dari kemacetan terpecah ke
jalur lain karena adanya program “3 in 1”
"Karena selama ini arus
terpecah ke jalan lain. Ketika "3 in 1" tidak diberlakukan,
konsentrasi kendaraan ada di Jalan Sudirman-Thamrin," Tambahnya.
Budiyanti menjelaskan daerah mana
saja yang menjadi titik kemacetan karena terjadinya peningkatan volume yang
terjadi setelah dihapusnya program ini.
"Peningkatan volume kendaraan
terjadi di Slipi mengarah Semanggi, Pancoran arah Semanggi, Jalan Pangeran
Antasari-Patimura-Jalan Jenderal Sudirman-Jalan MH Thamrin, Tanah Abang arah MH
Thamrin, dan Jalan Pakubuwo arah Jalan Patimura," Ucapnya.

0 comments:
Post a Comment