AliCirebon.com - Terduga teroris
yang bernama Sriyono (34) tewas dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Yogyakarta,
bukan karena tertembak saat melakukan baku tembak dengan petugas. Namun Sriyono
tewas setelah melakukan perlawanan dengan petugas. Sriyono ditangkap petugas
Detasemen Khusus Anti Teror dalam kaitannya dengan pabrik senjata Jamaah
Islamiyah.
Awalnya dua penyidik dari Detasemen
AKhusus Anti Teror meminta Sriyono untuk menunjukkan letak barang bukti yang
ada di Temanggung dan Yogyakarta, namun pada saat itu barang bukti yang dicari
hasilnya nihil. Setelah itu Sriyono dibawa ke mobil, karena menurut penyidik
Sriyono
bertindak kooperatif maka Sriyono tidak diborgol lagi. Menurut salah
satu sumber di lingkungan Densus, didalam mobil tersebut hanya ada dua orang
yang mendampinginya.
”Dia awalnya mengaku senjata itu
ada di sebuah tempat pada satu orang, kita cari di sana, di Temanggung juga
Yogya, tapi ternyata nihil. Saat digelandang itu, karena pelaku kooperatif,
pelaku tidak dalam keadaan terborgol dan hanya dikawal dua orang anggota di
dalam mobil. Satu mengemudi dan satu mendampinginya,” Ujar sumber
tersebut.
Setelah itu tepatnya di daerah Tawangsari,
Klaten, Sriyono yang awalnya kooperatif menjadi tidak kooperatif lagi dan
menyerang petugas. Setelah itu petugas dan sriyono terlibat baku pukul, Sriyono
akhornya bisa dilumpuhkan dengan keadaan pingsan. Oleh petugas sriyono dibawa
ke Rumah Sakit di Yogyakarta namun nyawanya tidka tertolong.
”Memang anggota lalai tidak
memborgol tapi ini upaya kita secara persuasif untuk mendapatkan keterangan
dari pelaku. Usai lemas itu pelaku segera dilarikan ke RS di Yogya tapi
ternyata sudah meninggal mungkin dalam perjalanan,”
Atas kejadian tewasnya salah
seorang terduga teroris saat akan digelandang, Kadensus Antiteror Kombes Eddy
Hartono menyatakan dirinya yang bertanggung jawab atas peristiwa tersebut.
”Saya
yang bertanggung jawab atas peristiwa ini. Sr (Sriyono) ini kita tangkap
setelah kita menangkap seorang terduga teroris lain bernama Aw alias T pada
Senin (7/3). Mereka ini kita tangkap dalam kaitan pabrik senjata milik Jamaah
Islamiah yang kita ungkap pada 2014 lalu. Namun, nanti biar Humas Polri saja
yang menjelaskan,” Ujar Eddy.

0 comments:
Post a Comment