AsliCirebon.com - Rencana
peningkatan status Badan Narkotika Nasional yang akan setara dengan menteri
yang ada di kabinet mendapatkan sambutan baik semua pihak, memang kita ketahui
bersama bahwa narkoba merupakan kejahatan yang harus mendapatkan wewenang
khusus. Sudah berapa banyak orang yag harus meregang nyawa dengan Narkoba ini.
Salah satu yang memberikan sambutan
baik mengenai peningkatan status BNN adalah adalah Ketua Gerakan Nasional Anti
Narkoba (Granat) Henry Yosodiningrat, menurutnya ini merupakan momentum untuk
menata ulang kewenangan antar instansi yang sering kali terjadi overlap
kewenangan.
"Ini bisa jadi momentum bagi
BNN dan kepolisian untuk menata ulang kewenangan masing-masing pihak yang kerap
overlap. Seluruh personil BNN dan kepolisian harus menerimanya dengan
sungguh-sungguh," Ucapnya.
Henry mengatakan nantinya BNN
diharapkan bisa seperti KPK yang mempunyai kewenangan yang lebih daripada
sebelumnya, sehingga BNN bisa membuat Bandar menjadi ketakutan karena status
BNN setara dengan menteri.
"KPK bisa kuat dan populer kan
karena punya kewenangan lebih besar. Itu yang bikin koruptor ngeri. Kami juga
berharap BNN punya kewenangan besar sehingga bisa membuat para bandar
ketakutan," Ujar Henry.
Selain Henry yang menyinggung
masalah teknis yang nantinya ada pada BNN, Henry juga mengomentari mengenai
pemilihan Kepala BNN sendiri. Menurutnya, nantinya harus ada revisi UU
Narkotika yang menyatakan semua Kepala BNN harus dari anggota Polri, Henry
menambahkan BNN bisa mencontoh seperti KPK yang dibuatkan pansel untuk
melakukan pemilihan Kepalanya.
"Karena kalau Kepala BNN
bintang empat nanti jadi persoalan sendiri. Saya pikir UU Narkotika perlu
direvisi karena selama ini Kepala BNN harus dari anggota Polri. Seperti KPK,
pemilihan ketua dibuatkan pansel lalu diseleksi oleh DPR dari berbagai komisi. Track
record calon kepala BNN juga diumumkan kepada publik sehingga ada azas
keterbukaan," Tambahnya.

0 comments:
Post a Comment