Tetapi kabar tersebut segera
ditampik oleh kuasa hukum Hary Tanoesoedibjo, Hotman Paris Hutapea membantah
bahwa kliennya telah mengancam Yulianto.
"Betul, pesan itu dari Hary
Tanoesoedibjo. Namun, itu adalah pesan singkat yang sangat idealisme dia, tidak
ada kata-kata yang bersifat menakut-nakuti atau mengancam sama sekali,"
ujar Hotman saat ditemui di Kompleks MNC Tower.
Tetapi Hotman Paris Hutapea juga
tidak menyangkal bahwa kliennya tersebut mengirimkan sms ke Kasubdit Penyidik
Tindak Pidana Korupsi Kejaksaan Agung. Kemudian pada saat itu juga Hotman Paris
segera membacakan isi pesan singkat di depan awak media. Berikut ini adalah
petikan pesan singkat yang dikirim Hary Tanoesoedibjo.
"Mas Yulianto, kita buktikan
siapa yang salah dan siapa yang benar. Siapa yang profesional dan siapa yang
preman. Anda harus ingat kekuasaan itu tidak akan langgeng. Saya masuk ke
politik karena ingin Indonesia maju dalam artian yang sesungguhnya. Termasuk
penegakan hukum yang profesional dan tidak transaksional dan tidak semena-mena
demi popularitas. Suatu saat saya akan jadi pimpinan negeri ini. Di situ lah
saatnya akan berubah dan dibersihkan dari hal-hal yang tidak semestinya.
Kasihan rakyat. Negara lain semakin berkembang dan maju."
Akibat pesan singkat tersebut Harry
Tanoe dilaporkan Yulianto ke Siaga Bareskrim Polri pada hari Kamis lalu.

0 comments:
Post a Comment