Berita Keagamaan - IndoNewsToday.com, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj sangat kecewa dan menyayangkan insiden di Tolikara, Papua, serta berharap agar tak ada lagi konflik suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).
"Saya berharap kejadian ini adalah yang terakhir dan tidak terulang kembali di masa yang akan datang," katanya dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu (19/7), terkait insiden antarkelompok warga di Karubaga, Kabupaten Tolikara, Papua, yang bertepatan dengan Idul Fitri 1 Syawal 1436 H pada Jumat (17/7) lalu.
Said Aqil Siradj mengingatkan jangan sampai ada lagi kerusuhan hanya karena perbedaan agama atau suku.
Ia menegaskan bahwa bangsa ini membutuhkan kesatuan yang kokoh di era globalisasi.
Bangsa Indonesia terlepas dari apa pun agama, suku, partai politik atau alirannya, menurut Said Aqil, harus bersatu memasuki era globalisasi ini supaya bangsa ini tidak tergerus dengan era yang sangat menantang ini.
"Hal ini sangat membutuhkan persatuan dan kesatuan yang kokoh," katanya.
Ia berharap kejadian di Tolikara adalah yang terakhir dan tidak terulang kembali di masa yang akan datang.
Mengenai kemungkinan adanya aktor intelektual yang "memancing di air keruh", Siradj menegaskan kalau sampai ada aktor intelektual di balik kejadian ini maka siapapun orang itu sangat jahat sekali.
Ia mengingatkan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang berbudaya. "Perbedaan agama bukanlah barang baru," katanya.
Ia menegaskan bahwa sejak sebelum merdeka, bangsa ini semua sudah sepakat bahwa negara ini adalah negara kebangsaan (nation state), darussalam, atau negara kesatuan yang merangkul semua komponen bangsa.
Baca juga berita terhangat minggu ini di IndoNewsToday.com yang sering dibaca netizen, diantaranya:
"Saya berharap kejadian ini adalah yang terakhir dan tidak terulang kembali di masa yang akan datang," katanya dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu (19/7), terkait insiden antarkelompok warga di Karubaga, Kabupaten Tolikara, Papua, yang bertepatan dengan Idul Fitri 1 Syawal 1436 H pada Jumat (17/7) lalu.
Said Aqil Siradj mengingatkan jangan sampai ada lagi kerusuhan hanya karena perbedaan agama atau suku.
Ia menegaskan bahwa bangsa ini membutuhkan kesatuan yang kokoh di era globalisasi.
Bangsa Indonesia terlepas dari apa pun agama, suku, partai politik atau alirannya, menurut Said Aqil, harus bersatu memasuki era globalisasi ini supaya bangsa ini tidak tergerus dengan era yang sangat menantang ini.
"Hal ini sangat membutuhkan persatuan dan kesatuan yang kokoh," katanya.
Ia berharap kejadian di Tolikara adalah yang terakhir dan tidak terulang kembali di masa yang akan datang.
Mengenai kemungkinan adanya aktor intelektual yang "memancing di air keruh", Siradj menegaskan kalau sampai ada aktor intelektual di balik kejadian ini maka siapapun orang itu sangat jahat sekali.
Ia mengingatkan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang berbudaya. "Perbedaan agama bukanlah barang baru," katanya.
Ia menegaskan bahwa sejak sebelum merdeka, bangsa ini semua sudah sepakat bahwa negara ini adalah negara kebangsaan (nation state), darussalam, atau negara kesatuan yang merangkul semua komponen bangsa.
Baca juga berita terhangat minggu ini di IndoNewsToday.com yang sering dibaca netizen, diantaranya:
- Jalan Tol Cipali Rawan Dilalui Saat Malam Hari
- Demi Penampilan, Vitalia Sesha Operasi Hidung dan Payudara
- Wajah Pemuda Jepang Ini Berubah Sekejap Mirip Seperti "Makluk dari Neraka"
- Liburan Lebaran Mau ke Cirebon? Kunjungi 5 Tempat Wisata Favorit Ini
- Beredar Kabar Jokowi Mengundurkan Diri, Benarkah?
- Hadiah Lebaran. Honorer K-2 Diangkat Jadi CPNS

0 comments:
Post a Comment