INDONEWSTODAY.COM, Virus ebola yang melanda benua Afrika telah mematikan kondisi kesehatan, ekonomi, dan pendidikan.
Di sektor pendidikan, Unicef memperkirakan terdapat lima juta anak umur tiga sampai 17 tahun berhenti sekolah gara-gara kasus ebola. Mereka tersebar di sekolah di Sierra Leone dan Liberia.
Tenaga Ahli Pendidikan Unicef, Sayo Aoki, mengatakan, "Krisis ebola tidak hanya mempengaruhi aspek kesehatan saja, ebola juga berpengaruh pada aspek sosial yang cukup berpengaruh dalam kehidupan sehari-hari. Seperti tidak ada lagi budaya jabat tangan, pelukan, dan ciuman." kata Sayo seperti dilansir dalam The Time kemarin (18/12/2014).
Hingga saat ini virus ebola epidemi telah menewaskan hampir 10 ribu jiwa. Ebola sangat menakutkan dunia karena penularan penyakit ini melalui kontak langsung dengan pasien. Seorang perawat dari Texas, Amerika Serikat, dinyatakan positif tertular ebola, diperkirakan akibat melanggar standar keamanan penanganan penyakit menular dan mematikan itu.
Di sektor pendidikan, Unicef memperkirakan terdapat lima juta anak umur tiga sampai 17 tahun berhenti sekolah gara-gara kasus ebola. Mereka tersebar di sekolah di Sierra Leone dan Liberia.
Tenaga Ahli Pendidikan Unicef, Sayo Aoki, mengatakan, "Krisis ebola tidak hanya mempengaruhi aspek kesehatan saja, ebola juga berpengaruh pada aspek sosial yang cukup berpengaruh dalam kehidupan sehari-hari. Seperti tidak ada lagi budaya jabat tangan, pelukan, dan ciuman." kata Sayo seperti dilansir dalam The Time kemarin (18/12/2014).
Hingga saat ini virus ebola epidemi telah menewaskan hampir 10 ribu jiwa. Ebola sangat menakutkan dunia karena penularan penyakit ini melalui kontak langsung dengan pasien. Seorang perawat dari Texas, Amerika Serikat, dinyatakan positif tertular ebola, diperkirakan akibat melanggar standar keamanan penanganan penyakit menular dan mematikan itu.

0 comments:
Post a Comment