![]() |
| Perekonomian Indonesia |
Ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih berpendapat, bahwa pembangunan dan ketersediaan infrastruktur bisa mengangkat ekonomi Indonesia. Namun untuk mencapai ekonomi tinggi di atas 6% dan bahkan 5,8% tahun depan akan sulit tercapai.
Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, baik faktor internal atau pun faktor eksternal. Terdapat tantangan eksternal kenaikan suku bunga Amerika yang pasti naik tahun 2015. Ada pula masyarakat ekonomi Asean (MEA) di mana arus barang dikenakan tarif 0% sehingga investasi tidak harus dilakukan di Indonesia.
Dari dalam negeri sendiri terdapat tantangan dampak ekonomi yang melambat masih akan berimbas pada semester pertama 2015. "Kesiapan bangun infrastruktur baru bisa terealisasi setidaknya semester dua 2015," ujar Lana, hari ini (14/10/2014).
Infrastruktur bisa menjadi kunci pertumbuhan. Dalam hal ini, berbagai pekerjaan rumah infrastruktur seperti perizinan harus dipercepat. Kalau ini tidak diperbaiki, menghadapi MEA tahun depan, bukan tidak mungkin investor akan lebih memilih Singapura dengan perizinan yang lebih cepat daripada Indonesia.
Maka dari itu, diakui Lana, langkah Indonesia untuk menuju negara maju masih jauh. Apalagi untuk menjadi negara maju, bukan hanya soal pertumbuhan yang diperhitungkan namun juga penciptaan teknologi dengan sumber daya manusia yang berkualitas.

0 comments:
Post a Comment