Jakarta - IndoNewsToday.com, Akhirnya setelah rapat hari kedua hari kemarin Rabu (29/10/2014) sidang kabinet kerja Jokowi, yang membahas mengenai kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi menuai hasil.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil mengungkapkan bahwa kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak jadi dilakukan pada Minggu 1 November 2014 nanti. Namun, dia memastikan harga BBM bersubsidi naik sebelum Kamis 1 Januari 2015.
“Enggak ada kenaikan BBM (pada 1 November). Yang ada adalah pengenalan Kartu Pintar, Kartu Sehat, dan lain-lain.” kata Sofyan kemarin (29/10/2014) di Jakarta.
Ia menambahkan bahwa sosialisasi Kartu Sehat dan Kartu Pintar akan dilakukan pada bulan depan, “Tadi Bu Menko (Puan) mengatakan awal bulan November (launching).” tambahnya.
Menurut Sofyan, akan ada uji coba sistem Kartu Pintar dan Kartu Sehat yang berbasis uang elektronik tersebut, dengan satu juta kartu terlebih dahulu.
Dia pun membantah jika pengenalan dua kartu tersebut dalam rangka persiapan kenaikan harga BBM bersubsidi. “Siapa yang bilang (pengenalan kartu ini terkait dengan, red) kenaikan BBM?” tepis dia.
Sofyan pun menegaskan akan menolak untuk berkomentar soal kabar adanya bantuan tunai langsung senilai Rp 5 triliun yang disebut sudah dianggarkan dalam APBN-P 2014. “Enggak tahu saya tentang (BLT) itu. Tetapi, yang jelas akan diperkenalkan Kartu Pintar, Kartu Sehat, sebagai bagian dari janji Presiden.”tandasnya.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil mengungkapkan bahwa kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak jadi dilakukan pada Minggu 1 November 2014 nanti. Namun, dia memastikan harga BBM bersubsidi naik sebelum Kamis 1 Januari 2015.
“Enggak ada kenaikan BBM (pada 1 November). Yang ada adalah pengenalan Kartu Pintar, Kartu Sehat, dan lain-lain.” kata Sofyan kemarin (29/10/2014) di Jakarta.
Ia menambahkan bahwa sosialisasi Kartu Sehat dan Kartu Pintar akan dilakukan pada bulan depan, “Tadi Bu Menko (Puan) mengatakan awal bulan November (launching).” tambahnya.
Menurut Sofyan, akan ada uji coba sistem Kartu Pintar dan Kartu Sehat yang berbasis uang elektronik tersebut, dengan satu juta kartu terlebih dahulu.
Dia pun membantah jika pengenalan dua kartu tersebut dalam rangka persiapan kenaikan harga BBM bersubsidi. “Siapa yang bilang (pengenalan kartu ini terkait dengan, red) kenaikan BBM?” tepis dia.
Sofyan pun menegaskan akan menolak untuk berkomentar soal kabar adanya bantuan tunai langsung senilai Rp 5 triliun yang disebut sudah dianggarkan dalam APBN-P 2014. “Enggak tahu saya tentang (BLT) itu. Tetapi, yang jelas akan diperkenalkan Kartu Pintar, Kartu Sehat, sebagai bagian dari janji Presiden.”tandasnya.

0 comments:
Post a Comment