AsliCirebon.com - Menjelang bulan
Ramadhan, hampir bisa dipastikan semua harga yang ada dipasaran akan melonjak
naik dan hal ibiasanya diikuti dengan banyak bahan makanan juga naik.
Namun berbeda dengan langkah yang
diambil pemerintah dengan melakukan operasi pasar untuk menstabilkan harga –
harga bahan makanan, hal ini berbeda yang dilakukan oleh Pemerintah Cirebon.
Melalui Sekretaris Daerah (Sekda)
kota Cirebon, Asep Dedi mengatakan bahwa perlunya edukasi untuk masyarakat pada
saat bulan ramadhan. Edukasi tersebut berguna untuk masyarakat agar tidak
konsumtif.
“Masyarakat perlu diedukasi
menjelang ramadhan ini,” Tambah Asep Dedi.
Namun bukan hanya mengedukasi, Pemerintah
Cirebon akan melakukan operasi pasar untuk mencoba menstabilkan harga yang ada
dipasaran.
“Akan digelar minimal 3 kali
saat bulan puasa mendatang,” Sambungnya.
Berbeda dengan Pemkot Cirebon, Deputi
Kepala Perwailan Bank Indonesia Cirebon, Rawindra Ardiansyah juga mengatakan
bahwa pihaknya akan melakukan pendekatan kepada para ulama agar mereka memberi
pemahaman mengenai makna bulan puasa dengan menahan diri, termasuk agar tidak
konsumtif.
“karena seharusnya pada bulan puasa
kita bisa menahan diri, termasuk agar tidak konsumtif,” Ujar Deputi Kepala
Perwailan Bank Indonesia Cirebon, Rawindra.
Hal ini tercermin pada seseorang
yang membutuhkan suatu bahan makanan berlebih seperti hari – hari biasanya.
“Masyarakat cenderung
berlebihan membeli sesuatu. Biasanya beli gula hanya setengah kilogram
tiba-tiba bisa menjadi 1,5 kilogram,” Sambungnya.

0 comments:
Post a Comment