AsliCirebon.com - Nama Basuki
Tjahaja Purnama dalam bursa pencalonan Gubernur DKI Jakarta memang cukup kuat,
karena Basuki Tjahaja Purnama mempunyai nilai tersendiri bagai masyarakat
Jakarta dan sekitarnya. Terbukti banyak program – program di DKI Jakarta pada
masa pemerintahan terdahul tidak berjalan. Namun pada masa kepemimpinan
Gubernur yang biasa disapa dengan Ahok ini mulai menampakkan hasilnya.
Namun terdapat salah satu ganjalan
untuk majunya Ahok dalam pemilihan kali ini, yaitu masalah kasus Reklamasi
Teluk Jakarta, pada kasus ini memang sedikit banyak berpengaruh kepada
elektabilitas dari mantan Bupati Bangka Belitung ini. Hal ini sebenernya berbahaya karena diketahui bersama bahwa Ahok
membutuhkan suara karena dirinya maju pada jalur Independent.
Hal senada juga dikatakan oleh Boni
Hargens, Pengamat politik dari Universitas Indonesia menurutnya kasus tersebut
dapat menurunkan citra Ahok di mata publik. Namun berbeda dengan teman Ahok
yang dilandasi oleh Ideologi.
"Tapi menurut saya kalau untuk
pendukung Ahok di pilkada yaitu Teman Ahok tidak begitu berpengaruh karena
mereka berlandaskan ideologi," Ucapnya.
Namun Boni juga tmengatakan agar
masyarakat tidak memaksakan kehendak atas kasus ini, Boni memberi saran agar
semuanya diserahkan kepada KPK.
"Percayakan pada KPK tidak
perlu memaksa-maksa. Biarkan KPK yang bekerja. Jangan berspekulasi," Lanjutnya.
Dalam beberapa waktu lalu, muncul
statement dari Prijanto mantan Wakil Gubernur pada masa kepemimpinan Fauzi
Bowo mengatakan terdapat manipulasi
aturan.
"Itu (Prijanto) sejak dulu
memang sering menyerang Ahok melalui pernyataannya," Tambahnya.

0 comments:
Post a Comment