AsliCirebon.com - Kelanjutan kasus
pembelihan lahan Rumah Sakit Sumber Waras oleh Gubernur DKI Jakarta, Basuki
Tjahaja Purnama akhirnya menemui babak baru. Kemarin Selasa (12/4), mantan
Bupati Bangka Belitung tersebut mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi atau
KPK untuk dimintai keterangan soal pembelihan lahan tersebut.
Ahok diperiksa dari pukul 09.05 WIB
sampai dengan pukul 21.15 WIB, panjangnya proses pemeriksaan terhadap dirinya
tersebut, ternyata Basuki Tjahaja Purnama dicecar 50 pertanyaan dari penyelidik
KPK.
Dalam proses pemeriksaan tersebut,
dirinya ditanya mengenai semua hal yang berhubungan dengan proses pembelian
lahan tersebut. Dan dari semua pertanyaan tersebut, berjumlah 50 pertanyaan
yang diajukan kepada dirinya.
"Mengecek yang ulang-ulang
pokoknya semua ada pertanyaan total 50, macam-macam," Ujar Ahok.
Dalam pertanyaan – pertanyaan
tersebut, Basuki Tjahaja Purnama mengakui bahwa tim penyelidik menekankan
masalah Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) pada tahun 2013 yang sudah
ditentukan pada Gubernur saat itu, Joko Widodo. Namun dirinya menampik bahwa
pihaknya hanya memberikan tanda tangan pada waktu penetapan, untuk masalah
perhitungan harga terdapat tim teknik yang melakukan..
"Dia (Tim penyelidik) tanya
juga (soal keterangan Jokowi). Penjelasannya itu kan dihitung dari tim teknik,
kami hanya tanda tangan penetapan. Jadi tidak ada hubungan (dengan
Jokowi)," Tambahnya.
Pada saat ditanya mengenai BAP
(Berita Acara Pemeriksaan), dirinya enggan menceritakan. Menurutnya dirinya
sudah menuangkan semua kesaksiannya kepada tim penyelidik.
"Saya tidak mau cerita BAP (Berita
Acara Pemeriksaan),” Sambungnya.

0 comments:
Post a Comment