AsliCirebon.com - Pelatihan Satuan
Pengaman (Satpam) yang dilakukan oleh Polda Sulawesi Tenggara untuk melatih
kemampuan salah satu unsur keamanan yang ada di Kampus Universitas Halu Oleo,
Kendari harus berakhir tragis.
Karena saat diadakan pelatihan
tersebut diajarkan beberapa teknik pengamanan dan beladiri untuk menunjang
kemampuan Satpam setempat untuk bisa digunakan dalam tugas mereka sehari –
hari. Namun pada saat itu juga dilakukan pelatihan tentang teknik pengamanan
Bom, khususnya Granat. Namun Naas Brigadir HD tewas bersama tiga orang satpam
lainnya.
Menurut Kapolda Sulawsi tenggara
Brigjen Agung Sabar Santoso menyatakan bahwa pelatihan tersebut adalah
pelatihan resmi yang direncanakan oleh Polda Sulawesi Tenggara. Namun belum
sapai 20 hari, pelatihan tersebut memakan korban jiwa.
"Hari ini sudah berjalan 10
hari dari 20 hari itu. Ini program resmi Polda dengan UHO. Salah satu materinya
adalah pengenalan bahan peledak yang saat itu dibawakan oleh anggota Gegana
Sat. Brimob Polda Sultra," Ujar Brigjen
Agung Sabar Santoso.
Dugaan dari Kapolda Sulawesi
Tenggara adalah adanya kemungkinan tercabutnya pin sehingga granat tersebut
meledak dan mengakibatkan empat orang meninggal dunia dan lain – lainnya dalam
kondisi luka.
"Mungkin pin-nya tercabut atau
bagaimana dan meledak. Akibatnya meledak dan empat orang meninggal dunia.
Seorang anggota Polri atas nama Brigadir Hd dan tiga security. Delapan
orang lainnya mengalami luka-luka dan saat ini tengah dirawat di rumah sakit,”
Tambahnya.
Sampai saat ini masih dilakukan
penyelidikan dengan mengumpulkan bukti dan memanggil saksi untuk dimintai
keterangan terkait dengan peristiwa tersebut.
"Saat ini anggota terus
mengumpulkan barang bukti dan saksi sudah dimintai keterangan. Kita harap delapan
korban yang dirawat akan segera membaik. Ada juga yang luka parah,"
Ucapnya.

0 comments:
Post a Comment