AsliCirebon.com - Basuki Tjahaja
Purnama pada beberapa hari lalu sudah menyatakan akan maju ke pertarungan
pemilihan Gubernur DKI Jakarta melalui jalur Independent bersama calon wakilnya
Heru Budi Hartono. Padahal sebelumnya diketahui bersama bahwa Ahok sudah
melakukan pendekatan kepada Partai bentukan Megawati, PDI-P. Tidak beralasan
jika Ahok menginginkan PDI-P sebagai kendaraan politiknya, karena Basuki
Tjahaja Purnama menginginkan wakilnya sekarang Djarot Saiful Hidayat.
Mengenai majunya Ahok dengan non
partai alias Independent, mendapat tanggapan dari Sekjen Dewan Pimpinan Pusat
(DPP) PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, menurutnya kita harus
menghormati pilihan Ahok. Namun Hasto mengingatkan, bahwa dalam catatanya hanya
13 calon independent yang bisa memenangkan pemilihan kepala daerah dari 133
calon yang ada. Hasto menambahkan hal tersebut membuktikan bahwa Partai
dibutuhkan sebagai insfrastruktur jalannya Negara.
"Kita hormati pilihan Ahok.
PDIP sebagai partai punya mekanisme. Dalam pilkada lalu, kami tercatat sebagai
partai yang banyak memenangkan pilkada. Dan dari 133 calon independen, yang
menang hanya 13, sehingga PDIP berpegang pada keyakinan, bahwa dalam tata
pemerintahan itu, butuh partai politik (parpol) sebagai infrastruktur jalannya
negara," Tambahnya.
Saat ditanya untuk masalah calon
yang akan maju ke Pilgub DKI 2017, Hasto mengatakan akan melakukan konsolidasi
agar bisa ada pergerakan kolektif seperti pemilihan terdahulu.
"Selain itu, partai juga akan
berkonsolidasi memperkuat diri sehingga ada pergerakan kolektif seperti kami
dukung Jokowi-Ahok dulu," Ujarnya.
0 comments:
Post a Comment