AsliCirebon.com - Kasus dugaan korupsi pengadaan Uninterruptible
Power Supply (UPS) untuk sekolah yang ada di Jakarta, terus dilakukan pengembangan
oleh pihak Bareskrim Mabes Polri. Setelah sebelumnya Bareskrim telah menetapkan
beberapa tersangka terkait dengan proyek yang merugikan Negara sampai Rp50
miliar. Nama – nama yang sudah dijadikan tersangka antara lain Alex Usman,
Zainal Soelaeman dan dua orang anggota DPRD DKI Jakarta Komisi E yaitu
Firmansyah dan Fahmi Zulfikar Hasibuan.
Setelah nama – nama tersebut yang sudah dijadikan tersangka,
kabarnya pada Selasa (15/3/16) Wakil DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana atau
Haji Lulung diperiksa sebagai saksi proyek pengadaan UPS. Saat dikonfirmasi
kepada Wakil Direktur Tipikor Bareskrim Polri Brigjen Ahmad Wiyagus membenarkan
mengenai kabar pemanggilan lulung sebagai saksi atas permintaan Fahmi.
"Iya, (Lulung) diperiksa, ada tiga anggota DPRD yang
diperiksa sebagai saksi yang meringankan atas permintaan saudara Fahmi
(Zulfikar)," Ujar Wadri Tipikor Bareskrim.
Saat tiba di Mabes Polri pukul 10.15 WIB, Lulung langsung
ditanyai wartawan perihal kedatangannya di Mabes Polri. Dan dia membantah bahwa
dirinya datang untuk diperiksa, namun hanya sekedar untuk silahturahmi dengan
tetangganya.
"Silaturahmi sama Pak Sugeng, sudah lama enggak
silaturahmi. Enggak (dipanggil sebagai saksi), hari ini enggak ada
pemanggilan," Ujar Lulung.
Saat ditanya kembali mengenai bagian apa tetangganya
tersebut di Mabes Polri, Lulung tidak mengetahui secara rinci tetangganya
tersebut. Dia hanya menuturkan dirinya hanya ingin silahturahmi.
"Saya enggak tahu bagian apa (Sugeng) di sini. Dia
tetangga saya di belakang rumah. Cuma lain RW. Ketemunya di sini beliau enggak
sempet di rumah. Sama lah, beliau sibuk saya sibuk," Tambahnya.

0 comments:
Post a Comment