Latest News
Thursday, September 10, 2015

Berdebar-debar, Sandra Dewi Khawatir dengan Bisnis Propertinya Saat Rupiah Terus Melemah

Berita Selebriti - AsliCirebon.com, Kegelisahan yang menimpa para pengusaha di Tanah Air akibat terus melemahnya nilai tukar rupiah akhir-akhir ini turut dirasakan oleh aktris sekaligus model Sandra Dewi. Dia mengaku bisnis propertinya mulai melambat akibat apresiasi dolar AS.

Selebriti kelahiran Pangkal Pinang 32 tahun lalu itu merupakan CEO di resort Benoa Bay Sands Bali dan juga salah satu Direktur serta Brand Ambassador perusahaan properti ternama Paramount Serpong.

“Jujur saja dolar AS yang terus naik ini membuat aku deg-degan juga. Aku cuma bisa bilang aku percaya dengan pemerintah, mereka pasti berjuang unutk kita dan juga pasti akan dukung,” ungkapnya di sela-sela sebuah acara di kawasan SCBD, Jakarta Selatan.

Sebagai komisaris dari perusahaan properti yang cukup dikenal, Sandra mengaku telah mengantisipasi tekanan terhadap rupiah sejak jauh-jauh hari. Bahkan, sejak mata uang Garuda mulai menembus Rp13.000/dolar, dia telah memprediksi kemungkinan terburuk.

“Dari sejak rupiah Rp13.000/dolar, aku sudah memprediksi akan sampai berapa dolar itu. Jadi memang, di setiap rapat tim kami selalu bahas. Jadi aku bekerja dengan tim yang hebat sekli, sehingga aku tidak terlalu khawatir dengan kondisi sekarang.”

Lebih lanjut, aktris yang terkenal dengan rambut hitam panjangnya itu mengaku sebagai pengusaha properti dirinya selalu menyimpan cadangan dolar dan rupiah dengan kalkulasi yang tepat.

Persiapan cadangan nilai tukar itu, lanjutnya, sangat penting bagi prediksi ke depan kelangsungan bisnis yang dijalankannya. Bagaimanapun, dia mengaku kondisi perusahaannya saat ini sudah tidak bisa lagi seagresif dulu.

Dia mengaku saat ini pembelian properti yang sedang melemah juga dirasakan langsung oleh perusahaan yang dipimpinnya. Dia menggambarkan sebelum rupiah semakin melemah, dalam 5 menit perusahaannya sanggup menjual 500 unit rumah.

“Tapi kalau sekarang memang agak melambat karena perekonomian memang sedang seperti ini. Ya sudah, kami terima saja tidak apa-apa. Toh, kami sudah punya tabungan cukup banyak. Yang jelas kami tidak bisa agresif seperti dulu. Sekarang harus pelan-pelan.”

Meski mengaku cukup khawatir dengan kondisi nilai tukar rupiah dewasa ini, Sandra mengklaim dirinya tidak terlalu ngotot untuk memacu laju pertumbuhan perusahaannya pada tahun ini.

“Kan kemarin-kemarin kami sudah sangat agresif dan sudah mendapatkan banyak . Kalau sekarang harus lebih melambat , ya sudah tidak apa-apa. Namanya juga usaha kan ada naik turunnya. Tapi menurutku, bisnis properti ini adalah yang teraman.”

Selain menyusun perencanaan yang matang untuk menghadapi potensi krisis akibat tekanan rupiah, Sandra mengaku telah melakukan berbagai penyesuaian terhadap gaya hidupnya akibat semakin tingginya nilai dolar AS.

Salah satunya adalah mengubah kebiasaan berlibur ke Amerika atau Eropa, serta kebiasaan berbelanja. “Sekarang sih kalau tidak perlu sekali, tidak usah . Apalagi soal liburan. Mendingan sekarang ke negara Asia seperti Jepang saja, yang kursnya enggak naik banget."


Ikuti juga berita menarik lainnya versi netizen minggu ini di AsliCirebon.com, diantaranya:
  1. Libur Lebaran, Mau Masuk ke Water Land Ade Irma Cirebon? Ini Harga Tiketnya
  2. Harga Tiket Cirebon Waterland Rp 50.000 Perorang, Pengunjung Pulang Lagi 
  3. Menteri Susi Pujiastuti Buka Lowongan CPNS di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) 
  4. Sebanyak 1.878 Guru Pensiun, Daerah Cirebon Tak Buka Lowongan CPNS 
  5. Pengusaha Batu Akik Kini Gulung Tikar
  6. Akhirnya Cirebon Sekarang Punya 4G 
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Berdebar-debar, Sandra Dewi Khawatir dengan Bisnis Propertinya Saat Rupiah Terus Melemah Rating: 5 Reviewed By: Santosa Blogger Cirebon