![]() |
| Arrmanatha Nasir | Foto: Tempo |
"Orang asing di Damaskus dilarang meninggalkan kota sementara markas ISIS ada di luar kota," kata Arrmanatha di Kementerian Luar Negeri, Kamis, 2 Juli 2015 lalu.
Polisi bernama Syahputra dari kesatuan Polres Batanghari, Jambi, itu disebut telah berangkat ke Suriah untuk bergabung dengan ISIS sejak Maret lalu. Ia disebut telah mengganti nama menjadi Abu Azzin Al Indunisiy dan telah tewas dalam pertempuran di Tal Tamr wilayah Al Barakah saat melawan pasukan koalisi Amerika Serikat.
Keberadaan Syahputra diketahui dari situs Azzammedia. Situs itu memuat foto Syahputra saat menjadi polisi. Dia mengenakan seragam cokelat polisi dan menenteng senjata laras panjang. Di sebelah foto itu, dipajang foto Syahputra setelah bergabung dengan ISIS. Dia mengenakan baju loreng cokelat dan penutup kepala hitam.
Arrmanatha mengatakan Kementerian telah mengerahkan orang-orang dari KBRI Damaskus maupun perwakilan di Turki tapi belum berhasil mendapat informasi jelas. Keadaan Damaskus yang tak aman dan dibatasinya pergerakan orang asing menjadi alasan utama.
Kesulitan lainnya, kata Arrmanatha, adalah karena Syahputra bepergian tanpa mendaftar. "Kalau hilang, kita tak tahu mereka ke mana atau ke mana harus mencari," ujar Arrmanatha.
Demi mencegah kejadian serupa terjadi, Kementerian berencana mengembangkan situs yang berfungsi sebagai pusat data WNI yang bepergian ke luar negeri. Setiap WNI yang akan ke luar negeri diwajibkan mendaftar secara online. Situs ini akan diluncurkan pada Agustus mendatang.
Baca juga berita terhangat di IndoNewsToday.com, yang sering dibaca oleh netizen di minggu ini:
- Liburan Lebaran Mau ke Cirebon? Kunjungi 5 Tempat Wisata Favorit Ini
- Ini 4 Manfaat Keberadaan Lalat Bagi Manusia
- Pemerintah Bakal Jual Pertalite di SPBU Dibawah Angka 8.500
- Sejarah Menulis: Kitab Taurat Turun Pada Bulan Ramadhan
- Gak Bisa Pulang Mudik? Begini 5 Tips Rayakan Lebaran di Jakarta
- Mau Mudik Lewat Tol Cipali? Berhati-hatilah dan Ikuti Tips Ini

0 comments:
Post a Comment