Berita Pemerintahan - IndoNewsToday.com, Begitu resmi dilantik menjadi Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) tantangan yang paling dekat dihadapi Sutiyoso adalah membuat pilkada serentak yang akan digelar pada 9 Desember nanti berjalan aman. Sebelum dilantik, Sutiyoso menilai bahwa personel BIN tidak cukup untuk menghadapi pilkada serentak.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga tampaknya menyadari. Makanya, dia kemudian memerintahkan Sutiyoso untuk merekrut personel baru BIN. Jokowi menargetkan akan ada 1.000 orang yang direkrut menjadi anggota BIN.
Saat uji kepatutan dan kelayakan di DPR, Sutiyoso sudah meminta tambahan anggaran buat BIN. Sutiyoso meminta penyesuaian anggaran jika BIN ingin lebih baik dan optimal dalam menjalan tugasnya. Sutiyoso belum berhitung soal anggaran. Tetapi untuk tahun ini, Sutiyoso menyebutkan setidaknya minimal Rp 2 triliun anggaran buat BIN.
“Iya (minta penambahan anggaran), tetapi saya juga akan melihat lah kemampuan negara kita. Kan tidak sekaligus, semuanya akan kita lakukan secara bertahap,” katanya usai dilantik di Istana Negara, Rabu (8/7/2015).
Dari semuanya, Sutiyoso menyebut prioritas utamanya adalah penambahan personel. Menurut Sutiyoso, kondisi BIN saat ini tidak ideal untuk bisa mengawal pilkada serentak.
“Untuk menghadapi pilkada serentak saja ini, sebanyak 269 (deaerah), maka rata-rata satu anggota intelijen dari intelijen daerah menghandle tiga kabupaten. Itu tidak masuk akal satu orang untuk tiga kabupaten, apalagi di luar jawa,” ujarnya.
Menurut Sutiyoso, pengamanan pilkada serentak bukanlah perkara yang mudah. Dalam perhitungan buruk, sebut saja akan ada 10 persen dari daerah pilkada serentak itu akan rusuh, maka jumlahnya akan ada 27 daerah.
Kalau kerusuhan itu, lanjut Sutiyoso terjadi dalam waktu yang bersamaan dan dengan lokasi yang jauh terpencar-pencar, maka penanganannya akan makin rumit.
“Kalau itu terjadi, citra kita sudah akan buruk sekali. Oleh karena itu nanti BIN tentu saja akan bekerja sama ketat dengan aparat, baik itu TNI, maupun kepolisian,” sebutnya.
Dalam perhitungan Sutiyoso, komposisi ideal dalam BIN adalah setidaknya dalam satu kabupaten ada dua sampai tiga agen BIN.
Ini menurutnya bisa optimal menyerap segala informasi yang diperlukan berkaitan dengan pertahanan dan keamanan. Sutiyoso berjanji akan melaksanakan semuanya bertahap sau persatu.
"Karena itu lah target kita 1.000 personel akan kita rekrut. Saya mungkin akan mengambil dari berbagai sumber, bisa dari TNI, bisa saja dari masyarakat sipil,” tuturnya.
Ikuti berita terhangat lainnya di IndonewsToday.com, minggu ini diantaranya:
Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga tampaknya menyadari. Makanya, dia kemudian memerintahkan Sutiyoso untuk merekrut personel baru BIN. Jokowi menargetkan akan ada 1.000 orang yang direkrut menjadi anggota BIN.
Saat uji kepatutan dan kelayakan di DPR, Sutiyoso sudah meminta tambahan anggaran buat BIN. Sutiyoso meminta penyesuaian anggaran jika BIN ingin lebih baik dan optimal dalam menjalan tugasnya. Sutiyoso belum berhitung soal anggaran. Tetapi untuk tahun ini, Sutiyoso menyebutkan setidaknya minimal Rp 2 triliun anggaran buat BIN.
“Iya (minta penambahan anggaran), tetapi saya juga akan melihat lah kemampuan negara kita. Kan tidak sekaligus, semuanya akan kita lakukan secara bertahap,” katanya usai dilantik di Istana Negara, Rabu (8/7/2015).
Dari semuanya, Sutiyoso menyebut prioritas utamanya adalah penambahan personel. Menurut Sutiyoso, kondisi BIN saat ini tidak ideal untuk bisa mengawal pilkada serentak.
“Untuk menghadapi pilkada serentak saja ini, sebanyak 269 (deaerah), maka rata-rata satu anggota intelijen dari intelijen daerah menghandle tiga kabupaten. Itu tidak masuk akal satu orang untuk tiga kabupaten, apalagi di luar jawa,” ujarnya.
Menurut Sutiyoso, pengamanan pilkada serentak bukanlah perkara yang mudah. Dalam perhitungan buruk, sebut saja akan ada 10 persen dari daerah pilkada serentak itu akan rusuh, maka jumlahnya akan ada 27 daerah.
Kalau kerusuhan itu, lanjut Sutiyoso terjadi dalam waktu yang bersamaan dan dengan lokasi yang jauh terpencar-pencar, maka penanganannya akan makin rumit.
“Kalau itu terjadi, citra kita sudah akan buruk sekali. Oleh karena itu nanti BIN tentu saja akan bekerja sama ketat dengan aparat, baik itu TNI, maupun kepolisian,” sebutnya.
Dalam perhitungan Sutiyoso, komposisi ideal dalam BIN adalah setidaknya dalam satu kabupaten ada dua sampai tiga agen BIN.
Ini menurutnya bisa optimal menyerap segala informasi yang diperlukan berkaitan dengan pertahanan dan keamanan. Sutiyoso berjanji akan melaksanakan semuanya bertahap sau persatu.
"Karena itu lah target kita 1.000 personel akan kita rekrut. Saya mungkin akan mengambil dari berbagai sumber, bisa dari TNI, bisa saja dari masyarakat sipil,” tuturnya.
Ikuti berita terhangat lainnya di IndonewsToday.com, minggu ini diantaranya:
- Liburan Lebaran Mau ke Cirebon? Kunjungi 5 Tempat Wisata Favorit Ini
- Sejarah Menulis: Kitab Taurat Turun Pada Bulan Ramadhan
- Pemerintah Bakal Jual Pertalite di SPBU Dibawah Angka 8.500
- Batu Besar Aneh di Tol Cipali Disebut-sebut Punya Unsur Kekuatan Magis
- Gak Bisa Pulang Mudik? Begini 5 Tips Rayakan Lebaran di Jakarta
- Jalan Tol Cipali Rawan Dilalui Saat Malam Hari

0 comments:
Post a Comment