![]() |
| Kementerian BUMN tengah dan Lenny Sugihat paling kanan |
"Seiring berkembangnya waktu dan target dari Pak Presiden kencang targetnya. Kita lihat perkembangannya, panen raya itu kan tiap tahun ada puncaknya. Maret sampai Mei sekitar itulah. Cuma pencapaiannya masih kurang, sehingga para pimpinan memutuskan untuk mengganti Bu Lenny," kata, Zamkhani di Kantor Kementerian BUMN, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (8/6/2015).
Zamkhani menjelaskan, pada saat masa jabatan Bu Lenny, beliau sudah banyak melakukan pembenahan-pembenahan dalam sistem Bulog.
Namun, beliau belum bisa merealisasikan program jangka pendek. "Bulog ada program-program jangka pendek, menengah dan panjang. Beberapa sudah disiapkan, tapi untuk yang jangka pendek, penyerapan gabah dari petani ini yang kurang," ujar dia.
Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa hal ini terjadi kemungkinan dari beberapa faktor seperti standar beras yang tidak terpenuhi. Selagi masa panen belum berakhir, Menteri BUMN Rini Soemarno menugaskan Lenny untuk ditempatkan ditempat lain. "Makanya mumpung belum telat juga, dan Bu Menteri minta menugaskan Bu Lenny di tempat lain," pungkas dia.
Sebagai informasi, Presiden Joko Widodo menargetkan penyerapan beras sampai akhir tahun ini sebesar empat juta ton. Sedangkan target Bulog Lenny menjabat baru sebesar 2,75 juta ton sampai semester I-2015. Tapi, pada realisasi penyerapan beras yang dilakukan Bulog, berdasarkan data BUMN baru sebanyak 1,2 juta ton.

0 comments:
Post a Comment