![]() |
| Satu rumah ludes terbakar akibat tawuran warga di desa Sirnabaya, kecamatan Gunung Jati, Cirebon |
Hingga menyebabkan satu rumah ludes terbakar tak bersisa, dan dua rumah lainnya rusak parah akibat terkena lemparan batu oleh warga yang terlibat tawuran. Tawuran pun dipicu oleh hal-hal sepele yang akhirnya timbul konflik yang berkepanjangan.
Hal-hal sepele tersebut diduga akibat tindakan ulah orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Berikut adalah analisis dari redaksi AsliCirebon.com yang merangkum beberapa penyebab mengapa warga di rawan peta konflik sering terjadi tawuran, beberapa diantaranya sebagai berikut:
1. Masalah mabuk-mabukan
Trend tertinggi pemicu konflik antar kelompok adalah disebabkan karena mabuk di muka umum. Pemabuk sering melakukan keonaran di muka publik. Tindakan yang dilandasi tanpa kesadaran biasanya memicu rasa tidak terima bagi mereka yang merasa dirugikan oleh pemabuk jalanan. Hingga akhirnya perkelahian ini bisa memicu konflik panjang, karena perkelahian dua orang bisa membuat empat atau lebih ikut dalam perkelahian tersebut.
2. Masalah saling ejek
Faktor yang kedua adalah karena saling ejek antar pemuda. Masalah gunjing-menggunjing, biasanya terjadi pada masa muda antar kelompok dengan kelompok yang lain. Ini juga sering menjadi penyulut pertikaian yang berkepanjangan.
3. Mengganggu ketertiban umum
Pemicu ketiga yang sering terjadi adalah karena disebabkan oleh gangguan umum yang disebabkan oleh suara-suara, seperti bisingnya knalpot kendaraan. Meski hanya suara bising, namun hal ini akan mengganggu kenyamanan suatu kelompok warga tertentu. Sehingga hal ini bisa menyulut emosi warga. Lantas cekcok mulutpun bisa sewaktu-waktu terjadi kapan saja.
Kebisingan juga bukan hanya terjadi karena suara knalpot motor, tetapi bisa karena suara petasan, dan lain sebagainya.
4. Ketrek (malak)
Ke-empat adalah saling ketrek atau memalak. Aksi ini biasanya dilakukan oleh preman. Mereka memalak seseorang untuk dimintai uang. Namun, tak disangka yang dipalak adalah orang yang memiliki pasukan kelompok preman lain. Alhasil bentrokan pun terjadi akibat aksi malak-memalak.
5. Akibat rebutan cewek
Terakhir adalah masalah wanita. Tidak bisa dipungkiri, wanita menjadi bagian pemicu bentrokan antar kelompok. Masalah timbul akibat mencintai orang yang sama. Lantas satu orang meminta mengeroyok orang yang sering mendekati wanita yang dicintainya. Alhasil, saling serang pun dilakukan akibat rasa balas dendam.
Itulah lima hal yang sering menjadi penyebab tawuran antar warga di daerah Cirebon. Tentunya di bulan ramadhan ini selayaknya menjadi hijrah (berubah) memperbaiki diri, agar, potensi dan gangguan keamanan di bulan puasa ini menjadi lebih bersih dan suci dari aksi-aksi anarkis.
Berita terkini tentang Cirebon:
- Tawuran Antar Warga di Celancang, 1 Rumah Dibakar, 2 Lainnya Rusak Parah
Berita lainnya tentang wisata di Cirebon:
- Seperti Apa Pertunjukkan Pentas Lumba-lumba di Cirebon? Ini Liputannya
- Tawuran Antar Warga di Celancang, 1 Rumah Dibakar, 2 Lainnya Rusak Parah
Berita lainnya tentang wisata di Cirebon:
- Seperti Apa Pertunjukkan Pentas Lumba-lumba di Cirebon? Ini Liputannya

0 comments:
Post a Comment