![]() |
| Ilustrasi pertengkaran sebuah keluarga yang dilatar-belakangi facebook | Foto: Dreamer Studio |
Hal ini berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh para ahli psikologi dan komunikasi sosial, seperti yang dilansir dalam NCBC belum lama ini. Hasil penelitian menyebutkan bahwa komunikasi publik dalam media sosial seperti facebook ternyata bisa memberi pengaruh terhadap keberlangsungan rumah tangga.
Media sosial satu ini ternyata juga bisa membuat pasangan suami-istri bercerai. Seperti diketahui, perceraian telah menjadi fenomena. Tidak sedikit pasangan yang bercerai karena masalah sepele dan dalam usia pernikahan yang usianya masih seumur jagung.
Hal ini diperkuat dengan ahli psikolog Rose Mini, psikolog asal Indonesia. “Kalau orang menganggap pernikahan adalah sesuatu yang spesial, tentunya dia akan menganggap pernikahan sebagai sesuatu yang patut dipertahankan.” kata Rose Mini dalam sebuah perbincangan seputar masalah perceraian yang dipengaruhi pertengkaran di dalam facebook.
Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Cyberpsychology Behavior and Social Media juga menemukan bahwa orang yang menggunakan Facebook secara berlebihan lebih rentan terlibat konflik dalam hubungan. Konflik tersebut jika dibiarkan berlarut-larut dapat menyebabkan selingkuh fisik, perpisahan, hingga perceraian.
"Penelitian menunjukkan bahwa semakin banyak orang menggunakan Facebook, semakin besar kemungkinan mereka untuk memantau aktivitas Facebook pasangan secara lebih ketat yang akhirnya menimbulkan perasaan cemburu," kata Russell Clayton, salah satu tim peneliti.
Dia pun menyarankan agar pasangan yang telah menikah membatasi penggunaan Facebook demi mengurangi konflik dalam pernikahan.

0 comments:
Post a Comment