Berita Ekonomi - IndoNewsToday.com, Belum selesai membayar angsuran utang luar negeri pemerintah Indonesia yang telah mencapai 2700 triliun.
Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang (DJPU) Kementerian Keuangan kembali mengambil utang Rp 10 triliun dari lelang Surat Utang Negara (SUN) pada Selasa (30/3) kemarin. Total penawaran yang masuk dari lelang tersebut tercatat mencapai Rp 15,2 triliun.
Sebagai informasi, SUN akan jatuh tempo pada 1 Juli 2015 dan 1 April 2016 menawarkan imbalan berupa diskonto. Sementara, yang lainnya akan jatuh tempo pada 15 Maret 2024 dan 15 Maret 2034 masing-masing menawarkan imbal hasil sebesar 8,375 persen.
Sebelumnya, pemerintah diketahui akan mempercepat penerbitan obligasi berdenominasi Euro (Euro Bond) pada akhir paruh pertama 2015. Berharap akan mendapatkan utang baru senilai US$ 1,7 miliar atau setara Rp 22,14 triliun.
Sementara itu Direktur Strategis dan Portfolio Utang Schneider Siahaan mengaku pemerintah akan terus mengambil utang untuk Indonesia. "(Lelang) Euro bond ada kemungkinan dimajukan ke akhir semester I. Nilainya kira-kira ekuivalen US$ 1,7 miliar dolar." katanya seperti yang dikutip dari CNN.
Menurut Schneider, pasar obligasi Benua Biru cukup menjanjikan di tengah kebijakan Bank Sentral Eropa (ECB) menerapkan pelonggaran stimulus moneter atau Quantitative Easing (QE).
Namun, diakui Schneider bahwa percepatan penerbitan obligasi valuta asing sengaja dilakukan pemerintah guna mengantisipasi mengetatnya likuditas di pasar internasional
Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang (DJPU) Kementerian Keuangan kembali mengambil utang Rp 10 triliun dari lelang Surat Utang Negara (SUN) pada Selasa (30/3) kemarin. Total penawaran yang masuk dari lelang tersebut tercatat mencapai Rp 15,2 triliun.
Sebagai informasi, SUN akan jatuh tempo pada 1 Juli 2015 dan 1 April 2016 menawarkan imbalan berupa diskonto. Sementara, yang lainnya akan jatuh tempo pada 15 Maret 2024 dan 15 Maret 2034 masing-masing menawarkan imbal hasil sebesar 8,375 persen.
Sebelumnya, pemerintah diketahui akan mempercepat penerbitan obligasi berdenominasi Euro (Euro Bond) pada akhir paruh pertama 2015. Berharap akan mendapatkan utang baru senilai US$ 1,7 miliar atau setara Rp 22,14 triliun.
Sementara itu Direktur Strategis dan Portfolio Utang Schneider Siahaan mengaku pemerintah akan terus mengambil utang untuk Indonesia. "(Lelang) Euro bond ada kemungkinan dimajukan ke akhir semester I. Nilainya kira-kira ekuivalen US$ 1,7 miliar dolar." katanya seperti yang dikutip dari CNN.
Menurut Schneider, pasar obligasi Benua Biru cukup menjanjikan di tengah kebijakan Bank Sentral Eropa (ECB) menerapkan pelonggaran stimulus moneter atau Quantitative Easing (QE).
Namun, diakui Schneider bahwa percepatan penerbitan obligasi valuta asing sengaja dilakukan pemerintah guna mengantisipasi mengetatnya likuditas di pasar internasional

0 comments:
Post a Comment