Latest News
Sunday, January 4, 2015

Arief Poyuono: Seharusnya Harga Permium Rp 5.714 Per-Liter

Jakarta - IndoNewsToday.com, Kritikan tentang harga subsidi harga bahan bakar minyak baru oleh pemerintahan era Jokowi dan Jusuf Kalla kembali datang. Kali ini dari Arief Poyuono, Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu yang menyebut pemerintahan Jokowi-JK bohong besar soal hitungan subsidi BBM terutama untuk premium. Karena ia berpendapat, justru pemerintah menikmati keuntungan dari berjualan premium tersebut, bukan malah menyubsidi.

Arif menjelaskan tentang hitungan harga BBM subsidi di Indonesia yang mengikuti mekanisme pasar. Atas dasar perhitungan (MOPS) yang di terapkan oleh pemerintah era Jokowi JK dengan harga sebesar rata rata Gasoline (BBM) USD 60,203 FOB + PPN 10 % (VAT Local) dan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor 5 %  maka didapat harga BBM sebesar USD 69,23345 per barel.

Jika ditambahkan dengan biaya penyimpanan dan margin keuntungan sebesar 5 % equivalen USD 3,46 per barel dari harga BBM yang di impor maka didapati harga BBM sampai ke konsumen cuma USD 72,69." tegas Arif hari ini Minggu (4/1/2015).

Jadi harga USD 72,69 per barel untuk harga BBM sesuai mekanisme pasar, maka harga per liter BBM adalah USD 72,69 x Rp 12.500 = Rp 908.668 (12.500 asumsi 1 dollar).

"Maka seharusnya harga per liternya BBM itu cukup Rp 908668 /159 liter = Rp 5.714 per liter." tegasnya.

Jika pemerintah menjual premium ke masyarakat dengan harga Rp 7.600 dengan subsidi, itu artinya sama saja dengan kebohongan publik menurut Arif. Karena pemerintah mendapatkan keuntungan besar dari penjualan BBM premium dengan selisih keuntungan Rp 1.886 per liter dan ditambah pajak PPN dan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor sebesar Rp 707.

"Ini merupakan kebohongan publik yang dilakukan oleh pemerintah dalam menjual BBM pada masyarakat." tandasnya.
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Arief Poyuono: Seharusnya Harga Permium Rp 5.714 Per-Liter Rating: 5 Reviewed By: Sunardi