Jakarta - IndoNewsToday.com, Aktivis 1998, Andre Rosiade menilai perseteruan antara dua instansi penegak hukum antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Polri dinilai akibat kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang tidak konsisten dalam memberantas korupsi.
Menurutnya, hal itu dapat dilihat ketika Presiden Jokowi membiarkan Bareskrim yang baru beberapa hari diangkat oleh Polri malah mengkriminalisasi Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto (BW) dengan kasus yang cukup lama.
"Jadi Presiden Jokowi ini bukan melemahkan KPK tetapi dihancurkan, jadi inilah serangan balik koruptor dan proses kehancuran KPK dimulai." katanya.
Ia menjelaskan janji kampanye Jokowi seperti halnya akan meningkatkan jumlah penyidik KPK dan memperkuat anggaran KPK hanya omong kosong. Justru, perseteruan KPK dan Polri menunjukkan Jokowi tidak komitmen dengan pemberantasan korupsi.
"Kinerja Presiden Jokowi yang menunjukan komitmen dan janji-janjinya memperkuat KPK dan juga melakukan pemberantasan korupsi ternyata sampai sekarang hanya janji-janji semata atau hanya sekedar angin surga saja." tandas Andre.
Menurutnya, hal itu dapat dilihat ketika Presiden Jokowi membiarkan Bareskrim yang baru beberapa hari diangkat oleh Polri malah mengkriminalisasi Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto (BW) dengan kasus yang cukup lama.
"Jadi Presiden Jokowi ini bukan melemahkan KPK tetapi dihancurkan, jadi inilah serangan balik koruptor dan proses kehancuran KPK dimulai." katanya.
Ia menjelaskan janji kampanye Jokowi seperti halnya akan meningkatkan jumlah penyidik KPK dan memperkuat anggaran KPK hanya omong kosong. Justru, perseteruan KPK dan Polri menunjukkan Jokowi tidak komitmen dengan pemberantasan korupsi.
"Kinerja Presiden Jokowi yang menunjukan komitmen dan janji-janjinya memperkuat KPK dan juga melakukan pemberantasan korupsi ternyata sampai sekarang hanya janji-janji semata atau hanya sekedar angin surga saja." tandas Andre.

0 comments:
Post a Comment