INDONEWSTODAY.COM, Dalam sebuah studi menyebutkan, keterwakilan wanita di dunia masih belum cukup untuk mewakili di parlemen ataupun di sebuah pemerintahan di suatu negara. Dalam sebuah laporan menunjukkan bahwa kampanye pemilu keterwakilan wanita masih sangat minim.
Di Jepang misalnya, hanya 169 wanita dari 1.093 warga di sebuah acara pemilihan umum di daerah lokal Jepang. Hal ini kontribusi wanita menunjukkan trend yang menurun.
Shinzo Abe mengatakan bahwa, "Potensi wanita adalah mutlak, untuk terus ada di Jepang." tulisnya di Wall Street Journal pada beberapa waktu yang lalu.
Peneliti di University of Pittsburgh menyarankan alasan wanita cenderung untuk masuk ke politik, mereka tidak suka akan melalui proses pemilihan.
Sementara itu PBB telah mengidentifikasi dan melakukan cara untuk meningkatkan partisipasi perempuan dalam politik, di antaranya pengenalan kuota dan menyusun organisasi masyarakat akar rumput untuk memberdayakan perempuan.
Di Jepang misalnya, hanya 169 wanita dari 1.093 warga di sebuah acara pemilihan umum di daerah lokal Jepang. Hal ini kontribusi wanita menunjukkan trend yang menurun.
Shinzo Abe mengatakan bahwa, "Potensi wanita adalah mutlak, untuk terus ada di Jepang." tulisnya di Wall Street Journal pada beberapa waktu yang lalu.
Peneliti di University of Pittsburgh menyarankan alasan wanita cenderung untuk masuk ke politik, mereka tidak suka akan melalui proses pemilihan.
Sementara itu PBB telah mengidentifikasi dan melakukan cara untuk meningkatkan partisipasi perempuan dalam politik, di antaranya pengenalan kuota dan menyusun organisasi masyarakat akar rumput untuk memberdayakan perempuan.

0 comments:
Post a Comment