INDONEWSTODAY.COM, Dalam sebuah penelitian terbaru mengenai elektronik rokok menyebutkan bahwa, sebanyak 29% dari perokok dan 6% dari mereka yang telah berhenti merokok mengatakan bahwa mereka telah menggunakan e-rokok sebagai perantara untuk berhenti kecanduan merokok.
Survei Kesehatan di Inggris pada tahun 2013 menemukan bahwa 3% dari 8.800 peserta yang berusia 16 dan lebih menggunakan perangkat e-rokok, ditemukan 29% dari perokok dan 6% dari mereka yang telah berhenti mengatakan mereka menggunakan e-rokok.
Deborah Arnott, chief executive dari ASH, kelompok anti-merokok, mengatakan bahwa, "Meskipun telah jelas dan penting untuk terus memantau tingkat merokok dan penggunaan rokok elektronik pada orang dewasa dan anak-anak, sejauh ini tidak ada bukti bahwa penggunaan rokok elektronik ini membuktikan menjadi pecandu rokok." katanya seperti yang dilansir dalam The Guardian kemarin (10/12/2014).
Sementara itu Dr Penny Woods, chief executive dari Yayasan Paru Inggris (BLF), mengatakan: "Meskipun tidak ada indikasi bahwa e-rokok sama berbahayanya dengan merokok, kita tidak akan merekomendasikan mereka untuk menggunakan itu pada anak-anak dan non-perokok, setidaknya sampai penelitian lebih lanjut telah dilakukan mengenai dampak kesehatan jangka panjang dari penggunaan itu." bebernya.
Survei Kesehatan di Inggris pada tahun 2013 menemukan bahwa 3% dari 8.800 peserta yang berusia 16 dan lebih menggunakan perangkat e-rokok, ditemukan 29% dari perokok dan 6% dari mereka yang telah berhenti mengatakan mereka menggunakan e-rokok.
Deborah Arnott, chief executive dari ASH, kelompok anti-merokok, mengatakan bahwa, "Meskipun telah jelas dan penting untuk terus memantau tingkat merokok dan penggunaan rokok elektronik pada orang dewasa dan anak-anak, sejauh ini tidak ada bukti bahwa penggunaan rokok elektronik ini membuktikan menjadi pecandu rokok." katanya seperti yang dilansir dalam The Guardian kemarin (10/12/2014).
Sementara itu Dr Penny Woods, chief executive dari Yayasan Paru Inggris (BLF), mengatakan: "Meskipun tidak ada indikasi bahwa e-rokok sama berbahayanya dengan merokok, kita tidak akan merekomendasikan mereka untuk menggunakan itu pada anak-anak dan non-perokok, setidaknya sampai penelitian lebih lanjut telah dilakukan mengenai dampak kesehatan jangka panjang dari penggunaan itu." bebernya.

0 comments:
Post a Comment