INDONEWSTODAY.COM, Hanya karena sebuah kesalahan, pesawat ulang-alik milik NASA meledak setelah 6 detik tinggal landas menuju langit. Peluncuran roket tanpa awak yang sedianya akan membawa logistik dan berbagai peralatan ke luar angkasa tersebut telah hancur berkeping-keping saat meluncur pada hari Senin (27/10/2014) lalu di kawasan pulau Wallops, Virginia, Amerika Serikat pukul: 18.22 sore waktu setempat.
Menurut penuturan tim peluncur, bahwa awalnya tidak ada masalah sama sekali sebelum tinggal landas. "Sebelum peluncuran 'tidak ada indikasi awal' apa yang terjadi." katanya.
Peluncuran roket tersebut merupakan bagian dari program yang telah dianggarkan sebesar 1,9 miliar dolar untuk memulai membawa kargo menuju stasiun luar angkasa.
Penerbangan rencananya akan dimulai dari Massachusetts ke Carolina Selatan dan kemudian menuju zona bebas luar angkasa. Namun naas pesawat ulang-alik tersebut terbakar dan gagal menuju langit.
Salah seorang insinyur mengatakan tidak ada masalah yang dilaporkan sebelum peluncuran, dan mengatakan mereka 'tidak ada indikasi awal' dari apa yang salah. "Kecelakaan telah terjadi. Kita telah kehilangan kendaraan." menurut Insinyur Pengawas sesaat setelah ledakan terjadi.
Sementara itu Wakil Presiden Eksekutif orbit, Frank Culbertson mengatakan bahwa program tersebut telah diasuransikan ke perusahaan yang diklaim dengan nilai yang mencapai lebih dari 200 juta dolar, dengan rincian tidak termasuk biaya perbaikan.
Hingga saat ini penyelidikan tengah dilakukan untuk mencari tahu apa penyebab dari gagalnya lepas landas pesawat ulang alik tersebut.
Menurut penuturan tim peluncur, bahwa awalnya tidak ada masalah sama sekali sebelum tinggal landas. "Sebelum peluncuran 'tidak ada indikasi awal' apa yang terjadi." katanya.
Peluncuran roket tersebut merupakan bagian dari program yang telah dianggarkan sebesar 1,9 miliar dolar untuk memulai membawa kargo menuju stasiun luar angkasa.
Penerbangan rencananya akan dimulai dari Massachusetts ke Carolina Selatan dan kemudian menuju zona bebas luar angkasa. Namun naas pesawat ulang-alik tersebut terbakar dan gagal menuju langit.
Salah seorang insinyur mengatakan tidak ada masalah yang dilaporkan sebelum peluncuran, dan mengatakan mereka 'tidak ada indikasi awal' dari apa yang salah. "Kecelakaan telah terjadi. Kita telah kehilangan kendaraan." menurut Insinyur Pengawas sesaat setelah ledakan terjadi.
Sementara itu Wakil Presiden Eksekutif orbit, Frank Culbertson mengatakan bahwa program tersebut telah diasuransikan ke perusahaan yang diklaim dengan nilai yang mencapai lebih dari 200 juta dolar, dengan rincian tidak termasuk biaya perbaikan.
Hingga saat ini penyelidikan tengah dilakukan untuk mencari tahu apa penyebab dari gagalnya lepas landas pesawat ulang alik tersebut.

0 comments:
Post a Comment